Cari Blog Ini

Senin, 17 Maret 2014

Lirik Lagu !!!



"- Simple Plan - Perfect -"

Hey dad look at me
Think back and talk to me
Did I grow up according to plan?
Do you think I’m wasting my time doing things I wanna do?
but it hurts when you disapprove all along

And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I’m never gonna be good enough for you
I can’t pretend that I’m alright
And you can’t change me

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry
I can’t be perfect
Now it’s just too late and
We can’t go back
I’m sorry
I can’t be perfect

I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be my hero?
All the days you spend with me
Now seem so far away
And it feels like you don’t care anymore

And now I try hard to make it
I just want to make you, proud
I’m never gonna be good enough for you
I can’t stand another fight
And nothing’s alright

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry
I can’t be perfect
Now it’s just too late and
We can’t go back
I’m sorry
I can’t be perfect

Nothing’s gonna change the things that you said
Nothing’s gonna make this right again
Please don’t turn your back
I can’t believe it’s hard
Just to talk to you
But you don’t understand

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry
I can’t be perfect

Now it’s just too late and
We can’t go back
I’m sorry
I can’t be perfect

Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry
I can’t be perfect

Now it’s just too late and
We can’t go back
I’m sorry
I can’t be perfect

-----------

Ngampus yuUuks . . . !!!



HAKEKAT DAN PERAN PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN

HAKEKAT PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN ANTARA LAIN:
1.    PELAKSANAAN TIGA FUNGSI POKOK PERGURUAN TINGGI
a.   Fungsi pendidikan
Pendidikan tinggi keperawatan menyelenggarakan proses pembelajaran melalui system belajar aktif dan mandiri. Dapat menjadi pusat pengembangan IPTEK keperawatan serta masyarakat berpendidikan yang gemar belajar
b.   Fungsi penelitian
Pendidikan tinggi keperawatan dapat melakukan penelitian, yang sesuai dengan keahlian di bidang keperawatan dan dapat berperan sebagai pusat informasi ilmiah keperawatan maupun pusat sumber daya keperawatan
c.   Fungsi pengabdian masyarakat
Fungsi ini dapat dilakukan melalui penerapan berbagai IPTEK keperawatan kepada tatanan nyata di masyarakat

2.  PENDIDIKAN KEPERAWATAN SEBAGAI PENDIDIKAN PROFESI
Kurikulum pendidikan keperawatan berlandaskan kerangka konsep pendidikan antara lain:
Ø Penguasaaan IPTEK keperawatan
Ø Menyelesaikan masalah secara ilmiah
Ø Sikap, tingkah laku, dan kemampuan professional, belajar sendiri secara aktif dan mandiri
Ø Belajar di masyarakat
Berlandaskan kerangka konsep diharapkan institusi pendidikan mampu:
Ø Menumbuhkan/membina sikap dan tingkah laku professional
Ø Memberi landasan ilmu pengetahuan yang kokoh, baik kelompok ilmu dasar dan penunjang yang diperlukan untuk melaksanakan asuhan keperawatan profesional
Ø Menumbuhkan / membina ketrampilan professional yang mencakup antara lain intelektual, ketrampilan tehnikal, dan ketrampilan interpersonal yang diperlukan untuk melaksanakan asuhan keperawatan
Ø Menumbuhkan/membina kode etik keperawatan yang kokoh dan mantap

3.  DASAR PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN
Pengembangan pendidikan tinggi keperawatan yang mencakup ilmu-ilmu dasar seperti ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu perilaku, ilmu biomedik, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu keperawatan klinik yang aplikasinya menggunakan metode pemecahan masalah secara ilmiah yang ditujukan untuk mempertahankan, menopang, memelihara, dan meningkatkan integritas seluruh kebutuhan dasar manusia

4.  BIDANG GARAPAN
Bidang garapan dan fenomena yang menjadi objek studi keperawatan adalah adanya penyimpangan dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia (bio-psiko-sosio-spiritual)


PERAN PENDIDIKAN TINGGI KEPERAWATAN
1.    Membina sikap pandangan dan kemampuan professional
Diharapkan perawat mampu bersikap dan berpandangan professional, berwawasan keperawatan yang luas, serta mempunyai pengerahuan ilmiah yang memadai dan penguasaan ketrampilan professional yang baik dan benar.

2.  Meningkatkan mutu asuhan keperawatan dan kesehatan
Pendidikan tinggi keperawatan menimbulkan perubahan yang berarti terhadap cara perawat memandang asuhan keperawatan dan secara bertahap keperawatan beralih dari yang semula berorientasi pada tugas menjadi berorientasi pada tujuan yang berfokus pada asuhan keperawatan efektif dengan menggunakan pendekatan holistic dan proses keperawatan

3.  Menyelesaikan masalah keperawatan dan mengembangkan IPTEK keperawatan melalui penelitian
Kerjasama yang terjalin dengan baik antara institusi pendidikan dan pelayanan memungkinkan terjadinya transformasi IPTEK, termasuk teridentifikasinya masalah kesehatan khususnya yang terkait dengan masalah keperawatan untuk penelitian. Tujuan penelitian adalah:
Ø Menghasilkan jawaban terhadap pertanyaan
Ø Menghasilkan solusi masalah
Ø Menemukan dan menafsirkan fakta baru
Ø Menguji teori berdasarkan fakta baru
Ø Merumuskan teori baru

4.  Meningkatkan kehidupan keprofesian melalui organisasi profesi
Pendidikan tinggi keperawatan akan memfasilitasi perkembangan kehidupan organisasi keperawatan untuk lebih professional.

PROGRAM PENDIDIKAN DIII KEPERAWATAN SEBAGAI PENDIDIKAN PROFESIONALISMA PEMULA
        Program pendidikan DIII Keperawatan yang menghasilkan perawat generalis sebagai perawat professional pemula (Ahli Madya Keperawatan) dikembangkan dengan landasan keilmuwan yang cukup dan landasan keprofesian yang kokoh

        Sebagai perawat professional pemula diharapkan memiliki tingkah laku dan kemampuan professional serta akuntabel dalam melaksanakan asuhan / praktik keperawatan dasar secara mandiri di bawah supervisi. Disamping itu mereka diharapkan mempunyai kemampuan mengelola praktik keperawatan professional yang dilakukan sesuai dengan tuntutan kebutuhan klien serta memiliki kemampuan meningkatkan mutu asuhan keperawatan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan yang maju secara tepat guna

Senin, 03 Maret 2014

CARA MENYABLON



1. Tahapan Pra Cetak, yang termasuk dalam tahapan ini adalah :
Proses Desain
Proses ini berkaitan dengan ide atau gagasan anda yang diwujudkan dalam suatu suatu proses pencitraan sehingga ide / gagasan anda tersebut akhirnya memiliki bentuk yang konkret ( biasanya disebut design / artwork ). Misalkan, anda memiliki sebuah gagasan akan sebuah gambar monyet yang sedang memakan pisang dan anda ingin menambahkan sebuah dialog lucu yang diucapkan oleh monyet tersebut. Pada saat itu, gambaran tersebut hanya ada di benak / imajinasi anda dan belum memiliki bentuk pencitraan yang konkret. Nah tugas anda selanjutnya adalah mewujudkan gambaran tersebut kedalam bentuk yang konkret, bagaimana caranya ? ada beberapa teknik, misalnya : dengan photography ( mengambil photo monyet yang sedang makan pisang ), dengan gambar tangan ( hand drawing ), dan lain sebagainya. Pada intinya adalah, proses design mengubah ide / gagasan anda menjadi bentuk yang lebih konkret, yang dapat dilihat oleh semua orang ( kecuali orang buta dan rabun ), dan tujuan akhirnya untuk proses menyablon adalah agar design anda tersebut dapat diolah menjadi Film / Klise Sablon.
Pembuatan Film / Klise Sablon
Sekarang anda telah memiliki design yang siap untuk dicetak, langkah selanjutnya adalah mengolahnya menjadi Film / Klise Sablon.
Proses Stencil / Afdruk
Setelah anda memiliki Film / Klise Sablon, maka saatnya untuk memindahkan gambar / image yang tercetak di film sablon tersebut ke screen, melalui apa yang disebut proses afdruk.
Persiapkan Meja Kerja anda
ini sangat penting sebelum anda memulai proses pencetakan, sehingga saat anda sedang mencetak nanti tidak akan terganggu dengan kegiatan lainnya, misalnya tiba – tiba tinta yang anda gunakan habis, atau anda lupa untuk menyediakan tempat untuk pengeringan media yang baru dicetak, dan lain sebagainya.
2. Tahapan saat Cetak
Saat mencetak yang perlu anda perhatikan adalah penggunaan teknik sapuan rakel yang benar. Karena tugas mencetak sebenarnya sangat sederhana yaitu memindahkan tinta ke media yang diinginkan melalui kain saring / screen. Selain itu, pelajari sifat – sifat dari tinta cetak yang sedang anda gunakan, karena tidak setiap tinta memiliki karakteristik yang sama. Parameter yang mungkin anda perlu ketahui adalah : kecepatan tinta untuk mengering, biasanya ini menjadi kendala karena tinta yang mengering terlalu cepat di screen akan menghambat proses pencetakan, anda perlu melancarkan kembali pori – pori kain saring / screen yang telah tersumbat oleh tinta yang telah mengering tersebut, karena bila tidak maka hasil cetak tidak dapat terbentuk dengan sempurna.
Catatan : salah satu kelebihan dari tinta plastisol yang digunakan dalam penyablonan t-shirts adalah bahwa tinta jenis ini tidak akan mengering, bahkan bila anda meninggalkannya diatas screen dalam jangka waktu yang lama, karena tinta jenis ini membutuhkan proses curing untuk mengeringkannya.
3. Tahapan Pasca Cetak
Ada tiga hal ( bisa lebih ) yang biasanya perlu anda lakukan setelah anda selesai melakukan pencetakan, yaitu :
Proses Drying
Setiap tinta cetak memerlukan waktu untuk mengering dengan sempurna, bahkan bila anda memegang tinta tersebut dan permukaannya anda rasa telah mengering, belum tentu tinta tersebut telah kering dengan sempurna, oleh karena itu penting untuk mengenal karakteristik tinta cetak yang anda gunakan. Untuk proses ini anda dapat melakukannya dengan melalui proses alami ( penjemuran – cukup diangin –anginkan saja ) atau dengan bantuan mesin ( kipas angin, blower, dsb. ).
Proses Curing
Proses ini memerlukan alat – alat yang khusus untuk dapat mengeringkan jenis – jenis tinta tertentu. Seperti misalnya tinta jenis plastisol yang perlu melalui proses pemanasan dalam temperatur yang sangat panas ( sekitar 143 – 166 0 C ), biasanya dengan menggunakan mesin conveyer atau flash heater. Untuk Tinta Karet / GL / Rubber, juga memerlukan proses curing, dengan menggunakan mesin hot press yang dapat diatur panas temperaturenya ( sekitar 110 – 130 0 C ).
Note :
Banyak praktisi sablon yang sering mengabaikan atau tidak melakukan proses ini dengan cara yang benar, sehingga mengakibatkan buruknya mutu hasil cetak. Bila hasil cetak / print ternyata pecah – pecah, luntur, pudar, dsb., mungkin ada yang salah dengan tahapan pengeringan atau curing yang anda lakukan.
Proses Burning / Pengopenan
Ada jenis – jenis tinta tertentu yang membutuhkan treatment seperti ini, pada dasarnya proses ini membakar / memanggang tinta tersebut sehingga mencapai titik pengeringan yang sempurna.


Jenis sablon untuk kaos secara umum ada 2, digital printing dan manual. Sablon dengan digital printing sangat mudah, bahkan untuk pemula sekalipun. Sedangkan sablon manual lebih sulit, dan tahapannya lebih banyak. Keduanya memerlukan komputer untuk setting gambar.

I. Digital Printing

Berikut perlatan yang dibutuhkan untuk digital printing :

Printer yang sudah dimodifikasi menjadi sistem tabung. Tabung ini nantinya akan diisi dengan tinta khusus untuk sablon (tinta sublim).
  • Mesin press panas.
  • Inkjet paper atau transfer paper.
  • Tinta sublim

Tahapan sablon dengan digital printing :
  1. Pilih gambar atau foto yang akan disablon. Desain seperlunya agar lebh menarik.
  2. Balik gambar tersebut (mirroring).
  3. Cetak ke inkjet paper (untuk kaos warna terang) atau transfer paper (untuk kaos warna gelap).
  4. Letakkan hasil cetakan ke atas kaos, lalu press dengan mesin press antara 30 – 60 detik (tergantung daya mesin press)
  5. Angkat inkjet paper atau transfer paper.
  6. Proses selesai.

II. Sablon Manual
Sablon manual memerlukan peralatan sebagai berikut :
  • Printer laser
  • Meja afdruk
  • Screen
  • Alat penyemprot air
  • Rakel
  • Triplek
  • Obat Afdruk
  • Lem kaos
  • Pasta Sablon
  • Tinta pewarna
  • Hairdryer
Tahapan sablon manual :
  1. Dengan menggunakan software grafis, pisahkan warna dari gambar yang akan disablon. Teknik pisah warna bisa dibaca di tempat cara memisah warna.
  2. Cetak masing-masing bagian warna yang sudah dipisah tadi dengan printer laser. Cetak semuanya dengan warna hitam.
  3. Olesi permukaan screen dengan obat afdruk. Tunggu sampai agak kering.
  4. Letakkan hasil cetakan dan screen yang sudah diolesi obat afdruk tadi ke atas meja afdruk. Lalu sinari dengan lampu dibawah meja afdruk sekitar 10-20 menit.
  5. Pembuatan screen sebanyak jumlah warna yang akan disablon.
  6. Semprot screen tersebut dengan alat penyemprot air, sehingga bagian yang mengandung gambar yang diinginkan menjadi berlubang.
  7. Campur pasta dengan tinta warna sesuai warna yang diinginkan.
  8. Masukkan kaos ke triplek yang sudah dilumuri lem kaos. Penggunaan triplek bertujuan agar diperoleh permukaan kaos yang rata
  9. Letakkan screen di atas kaos, lalu pasta dituang ke atas screen.
  10. Tarik pasta yang sudah dituang tersebut dengan rakel, sehingga pasta turun ke kaos melalui screen yang berlubang.
  11. Tunggu sampai kering, lalu ulangi langah 9 dan 10 untuk warna yang lain.
  12. Setelah selesai untuk semua warna, keringkan sablon pada kaos tersebut dengan sinar matahari dan hairdryer.
  13. Proses selesai